Bikin Pabrik Baterai, Volkswagen Makin Serius Garap Mobil Listrik
Posted on September 28, 2019

Transformasi bisnis Volkswagen semakin kuat. Orientasi pabrikan tak lagi pada mobil berbahan bakar fosil, melainkan kendaraan listrik. Fasilitas riset dan produksi sel baterai kecil dibuka di Center of Excellence (CoE), Salzgitter, Jerman kemarin (23/9). Sekitar 300 ahli terlibat dalam pengembangan dan uji coba teknologi untuk produksi baterai lithium-ion.




Pada langkah pertama, Volkswagen menginvestasikan lebih dari €100 juta (Rp 1,5 triliun) untuk meracik pengembangan dan produksi baterai sendiri. Belum selesai, mereka menanam modal lagi sebanyak €900 juta (Rp 13,9 triliun) dengan menggandeng produsen baterai Swedia Northvolt. Maka, keduanya membangun usaha patungan 50:50. Pabrik sel baterai 16 gigawatt di Salzgitter dimulai pada 2020.

“VW menyatukan pengembangan, pengujian dan produksi percontohan sel baterai di Salzgitter. Ini menjadi tonggak perkembangan teknologi listrik komprehensif di dalam grup. Dengan menggabungkan pengetahuan di pabrik ini, kami memastikan untuk memajukan pengembangan sel baterai sebagai komponen utama dalam elektrifikasi. Lalu mengembangkan standar baru dan mentransisikannya ke jalur produksi," terang Stefan Sommer, Member of the Volkswagen AG Board of Management responsible for Procurement.

Direncanakan, mereka mulai produksi pada akhir 2023 atau awal 2024. Sedikitnya 700 pekerjaan baru tercipta sebagai bagian bisnis jangka menengah perusahaan patungan ini. Mereka mendirikan lahan bisnis sel baterai yang jadi bagian usaha komponen Grup Volkswagen.





Area bisnis ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan sel baterai kelak. Fokus yang hendak digarap berupa peningkatan kapasitas baterai untuk memperluas jangkauan mobil. Lalu mengurangi penggunaan bahan baku yang langka dan mengoptimalkan proses manufaktur hingga sistem daur ulang baterai.

Sejalan dengan itu, grup VW berencana meluncurkan sekitar 70 mobil listrik baru dalam sepuluh tahun ke depan. Targetnya, jumlah kendaraan yang diproyeksikan dibangun di atas platform mobil listrik pada dekade berikutnya meningkat. Dari 15 juta menjadi 22 juta unit. Ini yang selalu ditunjukkan pada khalayak, soal pengurangan gas buang. Mereka bahkan telah menandatangani program dekarbonisasi komprehensif di semua bidang. Mulai dari armada hingga proses manufaktur sampai 2050.

Kalau dalam waktu dekat, pada 2025 mereka ingin mengurangi jejak CO2 30 persen. Dan VW punya portofolio elektrifikasi dengan investasi di bidang ini lebih dari €30 miliar sampai 2023. Kendaraan listrik dalam Grup VW dipatok naik menjadi setidaknya 40 persen pada 2030. Anda bisa lihat kendaraan listrik generasi baru mulai diproduksi tahun ini. Amsal Audi e-tron dan Porsche Taycan yang dipesan untuk masing-masing model 20.000 unit. Model lain yang siap tampail antara lain: ID. Crozz, Seat el-born, ŠKODA Vision E, ID. Buzz, dan ID. Vizzion.